Thursday, June 7, 2012

Kewarganegaraan Ganda Untuk Anak


Berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 mengenai Kewarganegaraan Republik Indonesia, Pasal 41 mengenai Tata Cara Pendaftaran untuk Memperoleh Kewarganegaraan RI dan Pasal 42 mengenai Memperoleh Kembali Kewarganegaraan RI, yang dimaksud dengan anak adalah anak yang lahir sebelum Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 diundangkan dan belum berusia 18 tahun atau belum kawin.
Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI menggantikan Undang-Undang Kewarganegaraan yang lama, yakni Undang-Undang No. 62 Tahun 1958. Hal ini dimaksud untuk tetap memberikan perlindungan hukum kepada anak-anak yang lahir dari perkawinan campur antara WNI dengan WNA atau anak-anak yang karena tempat kelahirannya mendapatkan kewarganegaraan dari negara tempat kelahirannya.
Penerapan Pasal 41 merupakan bentuk perubahan asas yang diterapkan dari Undang-Undang No. 62 Tahun 1958 yang secara murni menganut asas Ius Songuinis, dimana penentuan status kewarganegaraan ditarik dari garis keturunan ayah.
Ketentuan ini dirasa tidak memberikan perlindungan bagi anak-anak yang lahir dari perkawinan campur antara Ibu yang berkewarganegaraan Indonesia dengan Ayahnya yang berkewarganegaraan asing.
Dengan diterapkannya pasal 41, maka anak yang menjadi subyek pasal tersebut dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia dengan mengajukan permohonan.
Subyek Pasal 41 adalah anak-anak yang termasuk dalam ketentuan Pasal 4, yaitu :
  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang Ayah WNI dengan Ibu WNA (Pasal 4 huruf c).
  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang Ayah WNA dengan Ibu WNI (Pasal 4 huruf d).
  • Lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang Ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin (Pasal 4 huruf h).
  • Anak yang dilahirkan di luar wilayah Negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan (Pasal 4 huruf l).
Terdapat anak yang walaupun masuk dalam subyek Pasal 41, tetapi sejak dilahirkan anak tersebut memang sudah berkewarganegaraan Indonesia (baik menurut Undang-Undang No. 62 Tahun 1958 maupun Undang-Undang No. 12 Tahun 2006). Anak-anak yang dimaksud adalah :
  • Lahir dari perkawinan antara Ayah WNI dengan Ibu WNA (Pasal 4 huruf c)
  • Anak yang dilahirkan di luar wilayah Negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan (Pasal 4 huruf h).
Anak-anak tersebut di atas dengan atau tanpa Surat Keputusan Menteri telah berkewarganegaraan Indonesia. Oleh karena itu, meskipun tanpa Surat Keputusan Menteri anak-anak tersebut berhak untuk memperoleh perpanjangan paspor yang dimilikinya.

Penerapan Asas Kewarganegaraan Ganda Terbatas

Prinsip utama penerapan asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah untuk memberikan perlindungan yang maksimal/sebaik-baiknya bagi anak yang karena latar belakang perkawinan orang tuanya maupun karena tempat kelahiran anak tersebut selain berstatus WNI juga memperoleh status WNA. Di sisi lain, bahwa secara hukum anak tersebut dianggap belum cukup dewasa untuk menentukan status kewarganegaraanya sendiri (usia belum mencapai 18 tahun atau belum kawin).
Penerapan kewarganegaraan ganda terbatas, anak tidak secara otomatis menjadi WNA sebagai akibat latar belakang perkawinan orang tuanya maaupun tempat kelahirannya.
Setelah berusia 18 tahun atau sudah kawin diwajibkan anak tersebut untuk menentukan pilihan kewarganegaraannya karena UU No. 12 Tahun 2006 tidak mengenal kewarganegaraan ganda.
Jika anak yang bersangkutan memilih kewarganegaraan Indonesia, dengan demikian status kewarganegaraannya adalah tunggal, yaitu kewarganegaraan Indonesia.
  • Tidak ada perubahan atas status/hak-hak kewarganegaraan Indonesianya, termasuk masa berlaku paspor.
Jika anak yang bersangkutan tidak secara aktif melakukan pilihan maka anak tersebut memenuhi syarat sebagai WNI yang kehilangan kewarganegaraannya. Dengan demikian, status kewarganegaraan Indonesia yang bersangkutan menjadi gugur/hilang sehingga statusnya menjadi WNA.

Permohonan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Anak yang lahir sesudah 1 Agustus 2006

Anak Yang Lahir Pada Atau Sesudah tanggal 1 Agustus 2006  :
  • Anak yang lahir pada atau sesudah tanggal 1 Agustus 2006 secara otomatis menjadi warga negara Indonesia, secara keimigrasian anak tersebut dapat memperoleh Paspor RI. Namun demikian anak tersebut tetap harus didaftarkan di Kantor Imigrasi pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ottawa.

Tata Cara Pendaftarannya sebagai berikut

  • Mengisi formulir permohonan Paspor RI (warna hijau) dan atau formulir permohonan Fasilitas Keimigrasian yang tersedia di ruang tunggu pelayanan paspor.
  • Membawa Kutipan Akte Kelahiran Anak beserta fotokopinya (yang telah disahkan oleh lembaga terkait di Kanada).
  • Membawa Kuitpan Akte Perkawinan / Buku Nikah orang tua beserta fotokopinya (jika untuk anak yang dilahirkan dari hasil perkawinan).
  • Membawa Paspor asing anak (jika sudah punya paspor asing) beserta fotokopinya.
  • Membawa Paspor orang tua anak yang masih berlaku beserta fotokopinya.
  • Membawa serta anaknya untuk difoto digital.
  • Secara keimigrasian anak tersebut dapat memperoleh Paspor RI dan atau memperoleh surat keterangan secara affidavit untuk mendapatkan fasilitas keimigrasian pada paspor asing anak.
  • Daftar biaya keimigrasian :
    • pembuatan Paspor baru sebesar  CAD $ 30,-
    • pembuatan affidavit sebesar CAD $ 7,50 (disertai formulir pendaftaran untuk Fasilitas Keimigrasian)

Fasilitas Keimigrasian

Anak yang hanya memegang paspor asing dan sudah memperoleh keterangan secara affidavit untuk mendapatkan fasilitas keimigrasian, pada saat masuk ke Indonesia dibebaskan dari kewajiban memiliki visa, izin keimigrasian dan izin masuk kembali.
Anak yang mempunyai paspor RI dan paspor asing, apabila melakukan perjalanan keluar / masuk wilayah Indonesia wajib menggunakan satu paspor yang sama.

www.gunadarma.ac.id

No comments:

Post a Comment

Post a Comment